Tampilkan postingan dengan label teknik dasar catur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknik dasar catur. Tampilkan semua postingan
Taktik bermain catur seringkali jadi titik pembeda antara pecatur pro dan pemula. Meski taktik dasar bermain catur kerap dimainkan oleh keduanya, namun kadang si pemula kurang mengenal taktik apa yang sedang mereka mainkan.

Sebagai pecatur, saya yakin Anda pun mungkin tidak menyadari jika beberapa taktik catur paling basic di bawah ini sering pula Anda pakai untuk menyerang lawan.

Apa saja taktik itu?

Taktik Dasar Bermain Catur

Taktik Dasar Bermain Catur


Sebenarnya saya hanya memberikan definisi dari beberapa taktik dasar bermain catur agar Anda lebih familiar. Berikut diantaranya…

En Prise


Mengenal taktik catur dapat membantu Anda memanfaatkan kelengahan lawan dan menghindari terjadinya kesalahan.

Dalam banyak kasus, kesalahan taktis bisa mendatangkan kesalahan tragis. Kecolongan bidak tanpa disadari. Ibarat memberi umpan tapi tanpa kompensasi.

Taktik En Prise

Dalam diagram di atas, Hitam memiliki ksatria (kuda) tanpa penjagaan di b7. Putih bisa saja memainkan Rxb7 untuk menjerat kuda.

Inilah cara termudah mencari keuntungan materi yang merupakan cara terbaik untuk memenangkan permainan catur.

Jika Anda seorang pemula, mengincar bidak lawan tanpa pengawalan dan memproteksi personil Anda adalah cara terbaik untuk meningkatkan permainan.

Forks


Kadang satu bidak bisa menyerang dua atau lebih serdadu lawan pada saat yang bersamaan. Ini dikenal sebagai manuver garpu (fork).

Meski setiap prajurit memiliki potensi yang sama untuk menjatuhkan musuh, namun ksatria berkuda lebih disegani karena kemampuan forking mereka.

Taktik Forks

Diagram di atas menggambarkan gerakan fork yang khas dari sebuah bidak kuda.

Putih baru saja memainkan 1. Nd6 +, secara simultan kuda putih kini menyerang raja dan ratu hitam. Mau tak mau raja Hitam harus geser ke kotak aman, seperti Kf8. Selanjutnya, Putih melangkah di 2. Nxb7 untuk mengeksekusi ratu.

Forking sangat menyebalkan bagi lawan, karena mereka hanya bisa bergerak satu langkah, sehingga harus rela kehilangan setidaknya satu bidak.

Jika kebetulan Anda adalah korbannya, carilah cara untuk memindahkan satu bagian untuk melindungi bagian yang lain atau minimal membuat ancaman serius seperti skak yang harus ditanggapi lawan Anda.

Strategi ini mungkin memberi Anda cukup waktu untuk menyelamatkan semua bidak Anda dari serangan itu.


Pins


Pin adalah taktik yang sengaja diciptakan untuk membatasi pergerakan lawan. Gerakan pin dibuat sedemikian rupa sehingga bidak lawan sulit bergerak. Setelah itu, Anda bisa mencaplok bagian yang lebih berharga di belakang bidak itu. Bisa ratu, benteng, atau uskup.

Dalam permainan catur dikenal dua macam pin, yaitu pin absolute dan pin relatif.

Jika yang disematkan dibelakang target pin adalah raja, maka bidak yang disematkan tidak diperbolehkan bergerak, karena itu adalah ilegal. Ini disebut pin mutlak (absolute).

Jika dibelakang target pin adalah potongan selain raja namun juga bernilai tinggi, itu disebut pin relatif.

Taktik Pins

Diagram di atas mengilustrasikan pin absolut. Tak ada cara lain bagi Hitam untuk menyelamatkan benteng pada d5. Memindahkannya akan menempatkan raja Hitam pada posisi skak, karena uskup putih berdiri di b3.

Setelah Hitam menggerakkan rajanya, Putih pun siap memainkan Bxd5 untuk menciduk benteng.

Skewers (tusuk sate)


Skewers sangat terkait erat dengan pin. Terlihat mirip tetapi bekerja secara terbalik.

Dalam skewers, bidak yang lebih bernilai diserang dan dipaksa bergerak agar tidak tertangkap, meninggalkan potongan di belakangnya untuk dikorbankan. Seperti manuver pin, pada skewers Anda hanya menggunakan personil dengan jangkauan serangan jarak jauh.

Taktik Skewer

Dalam diagram di atas, raja hitam sedang diincar oleh benteng putih. Raja Hitam dapat dengan mudah pindah ke tempat yang aman, tetapi konsekuensinya Putih akan memainkan Rxe8 untuk melenyapkan ratu.

Langkah bidak pada permainan catur. Hampir semua orang tahu apa itu catur, meski ada yang tidak tahu cara bermainnya. Kebanyakan sering bertanya, “kok bidak itu bisa jadi ratu?”, “kenapa yang itu bergerak secara diagonal?”, “kenapa kuda jalanya lompat?”, dan sebagainya.

Pada pengenalan dasar bermain catur ini, saya akan membahas langkah tiap bidak dalam permainan catur.

Bagaimana mereka bergerak, menyerang, bertahan hingga menangkap serdadu lawan. Untuk menyingkat waktu, berikut ini penjelasannya.

Bidak-bidak pada Permainan Catur


Langkah Bidak pada Permainan Catur

1. Pion (the pawn)


Mungkin karena bentuknya yang kecil, pion seringkali diremehkan bahkan diabaikan. Kerap dijadkan umpan untuk menjebak lawan.

Biarpun paling mungil, jangan anggap enteng pion. Kehadirannya bisa memojokkan musuh dan menjadi dewi fortuna untuk kemenangan Anda.

Setiap pemain catur biasanya memainkan pion sebagai langkah permulaan. Menjadi ujung tombak sekaligus melindungi perwira atasan mereka.

Gerakan Pion Catur


Bagaimana pergerakan sebuah Pion?

Pada langkah pertamanya, pion boleh maju satu atau dua petak. Untuk selanjutnya, serdadu kecil ini hanya boleh melangkah satu petak ke depan. Tak boleh lagi mundur ke belakang.

Pion akan menyikat lawan yang bersebarangan (kiri/kanan) dengan petak dimana pion tersebut berdiri. Tak pandang bulu, mau benteng, kuda, peluncur, atau ratu sekalipun bisa dibabat habis oleh mereka.

Hebatnya lagi, ketika pion berhasil mencapai petak terakhirnya (wilayah pertahanan lawan), mereka diperkenankan berubah menjadi bidak sesuai selera pemainnya.

2. Kastil/Benteng (the rook)


Pergerakannya yang lurus adalah cara mudah mendeskripsikan bidak catur bernama ‘the rook’. Pemain catur kita sering menyebutnya kastil/benteng. Dinamakan demikian karena memang fungsinya sebagai tempat raja berlindung dari serangan lawan.

Di set tradisional, potongan the rook terlihat mirip seperti menara kastil. Pada awal permainan, pemain dibekali sepasang rook di sudut kiri dan kanan pertahanan.

Langkah Gerak Benteng Catur


Bagaimana pergerakan sebuah Rook (kastil) ?

Rook adalah bidak catur yang hanya bergerak lurus dari 1 sampai 7 kotak ke segala arah selama tidak terhalang oleh bidak lainnya. Bisa maju, mundur, ke kiri atau ke kanan.

Selain untuk pertahanan, terkadang rook juga sering digunakan sebagai amunisi tambahan saat menyerang musuh. Biasanya ini terjadi ketika bidak-bidak lain telah jatuh berguguran.

3. Ksatria Berkuda (the Knight)


Saat menjelang akhir laga, kuda (knight) bisa menjadi penentu kemenangan yang tak terduga.

Gerakannya yang lincah menobatkannya menjadi bidak favorit yang paling sulit diprediksi lawan. Banyak permainan berujung kekalahan karena taktik make-or-break dari the Knight ini.

Gerakan Kuda Catur


Bagaimana sebuah kuda (knight) beraksi?

Bisa dikatakan Knight bergerak dengan  misterius. Tak seperti Rooks, Bishops atau Queens, serangan Knight mustahil untuk diblock. Padahal, gerakannya sangat spesifik. Membentuk pola yang mirip dengan huruf besar “L”.

Berikut adalah spesifikasinya:
  • Hanya bisa bergerak ke salah satu dari delapan posisi di papan catur.
  • Bisa berpindah ke posisi mana pun yang belum dihuni oleh bidak yang berwarna sama.
  • Mampu melewati beberapa petak lain untuk mencapai posisi tujuannya.
Para maestro catur lebih menyukai Knight sebagai “close to the action”. Meski begitu, gerakannya seringkali menutupi kelemahan yang ditinggalkan oleh bidak lain. Paling sering ditempatkan di dekat bagian tengah papan.

4. Uskup/Menteri (Bishop)


Dari perspektif pecatur pemula, bishop dinilai kurang berkontribusi pada permainan mereka. Tidak banyak yang bisa dilakukan mengingat area geraknya hanya mencakup setengah papan serta sangat rentan diserang saat diam.

Meski begitu, bagi para master catur, Bishop memiliki kekuatan lebih saat menjelang akhir permainan.

Bodinya sangat khas. Berpostur tinggi dan ramping dengan ujung kepala runcing terbelah oleh guratan tipis yang unik.

Gerak Langkah Bishop


Bagaimana gerak langkah sebuah Bishop/Uskup?

Di awal permainan, setiap pemain memiliki sepasang bishop yang bertengger di atas kotak yang berbeda warna.

Uskup (bishop) bisa bergerak ke segala arah secara diagonal, asalkan tidak terhalang oleh bidak lain. Mereka berhak menghantam lawan yang menghalangi jalurnya.

Loyalitas Uskup tak diragukan lagi. Mereka siap mati dikorbankan demi melindungi raja. Para ahli catur sepakat bahwa mengorbankan Uskup lebih baik daripada sebuah Rook (kastil).

Meski di awal game ruang geraknya seringkali terhalang pion, namun powernya akan lebih kuat di detik-detik akhir permainan.

5. Ratu (the Queen)


Queen dianggap paling vital diantara bidak yang lain. Gerakannya, licin, taktis dan serbaguna. Saking licinnya, butuh konspirasi tingkat tinggi untuk menjebak, menangkap lalu memusnahkannya.

Di arena catur, karena sangat berbahaya, sang ratu lebih disegani ketimbang rajanya. Dia sanggup mengobrak-abrik pertahanan dan menjatuhkan beberapa lawan seorang diri.

Bagi pemain catur, kehilangan Queen adalah mimpi buruk. Sinyal kekalahan bisa terendus seketika. Karenanya, banyak pemain catur rela mengorbankan banyak punggawanya hanya demi menyelamatkan Queen mereka.

Langkah Ratu Catur


Bagaimana pergerakan sang Ratu?

Langkah ratu mirip kombinasi antara Rook dan Bishop. Dia bisa bergerak ke segala arah secara lurus atau diagonal (kecuali melompat).

Ratu seringkali terlibat dalam strategi menyerang hingga akhir permainan. Dia bisa difungsikan sebagai pemain bertahan, menyerang bahkan sekaligus pengatur serangan.

Musuh yang perlu diwaspadai dan dianggap paling berbahaya bagi Queen adalah Knight (kuda). Sulit bagi Queen untuk membalas serangan kuda.

Hanya segelintir pecatur professional yang rela mengorbankan ratu demi meraih sebuah kemenangan. Alasannya, karena bidak ini terlalu berharga.

6. Raja (the King)


Raja merupakan penentu berakhirnya sebuah permainan catur. Inilah bidak terakhir yang akan kita bahas

Tanpa menghitung skor, saat King Anda terkena skakmat, permainan telah berakhir, dan lawan Anda berhak mendapat gelar kemenangan.

Oleh sebab itu, lindungi raja sebisa mungkin karena nyawa permainan Anda ada padanya. Banyak pemain berpengalaman memanfaatkan rajanya sebagai cara untuk mendapatkan keuntungan dari lawan.

Tak peduli bagaimana cara Anda memperlakukan raja, intinya dia harus tetap hidup dengan segala cara.

Gerak Raja Catur

Bagaimana seorang Raja bergerak?

Gerakan Raja amat sangat terbatas. Hanya bisa bergerak sepetak demi sepetak. Mereka tak bisa seenaknya berkuda melintasi papan catur seperti bidak lainnya.

Namun raja memiliki hak langkah istimewa yang disebut “castling” atau istilah umumnya ‘blokir’. Mereka boleh bergerak tiga kotak sambil bertukar posisi dengan Rook (benteng).

Tujuan “castling” tersebut adalah agar Raja berada dalam posisi terlindungi dari serangan musuh yang tiba-tiba.

Itulah sebabnya sebelum melakukan serangan, pemain berpengalaman biasanya akan melakukan “castling” lebih awal demi sebuah pertahanan yang kokoh.